Pengaruh Positif Transportasi Umum terhadap Polusi Udara
Transportasi umum dapat berperan penting dalam mengurangi polusi udara di Indonesia. Menurut Hardono, seorang peneliti lingkungan dari Universitas Bandung, "Makin tinggi penggunaan transportasi umum, makin rendah tingkat polusi udara." Tidak bisa dipungkiri, kendaraan pribadi menghasilkan lebih banyak emisi dibandingkan sarana transportasi umum.
Pakai bus saja, sebagai contoh. Bus berkapasitas 50 penumpang akan menghasilkan emisi lebih rendah per penumpang dibandingkan mobil pribadi. Hal serupa juga berlaku untuk kereta dan transportasi umum lainnya. Jadi, kita bisa bilang bahwa transportasi umum adalah pahlawan tak terlihat dalam perang melawan polusi udara.
Mengapa Memilih Transportasi Umum sebagai Solusi Mengurangi Polusi Udara
Nah, kenapa kita harus memilih transportasi umum sebagai solusi? Alasannya cukup jelas. Pertama, transportasi umum memang lebih efisien dalam hal emisi. Ini didukung oleh penelitian dari Institut Teknologi Bandung yang menunjukkan bahwa transportasi umum menghasilkan emisi karbon dioksida yang jauh lebih rendah per penumpang dibandingkan kendaraan pribadi.
Kedua, selain mengurangi polusi udara, transportasi umum juga bisa mengurangi kemacetan lalu lintas. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, "Menggunakan transportasi umum dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan ini pasti bisa membantu mengurangi kemacetan."
Sekarang, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu? Mulailah dengan memilih transportasi umum untuk perjalanan sehari-hari. Sebagai bonus, kita juga bisa hemat biaya karena tarif transportasi umum biasanya lebih murah dibandingkan biaya bensin dan perawatan kendaraan pribadi.
Misalnya saja, naik bus atau kereta sebagai alternatif mobil pribadi. Bisa juga mencoba sepeda atau berjalan kaki jika tujuan tidak terlalu jauh. Setiap pilihan kita dalam menggunakan transportasi berdampak langsung pada kualitas udara yang kita hirup setiap hari.
Jadi, mari kita buktikan bahwa kita peduli dengan lingkungan. Mulailah dengan hal kecil seperti mengubah kebiasaan transportasi kita. Transportasi umum mungkin bukan solusi sempurna, tetapi pasti merupakan langkah positif untuk mengurangi polusi udara. Sebagai penutup, saya kutip kata-kata Hardono, "Setiap perubahan, meski kecil, dapat membantu melawan polusi udara. Mari kita mulai dari diri kita sendiri."